Alekazulfikar
Sunday, September 28, 2014
Wednesday, September 24, 2014
Pelaksanaan Kegiatan GF - HSS
Pelaksanaan
Kegiatan Global Fund
Health
System Strengthening
1.
Pendahuluan
Akselerasi
cakupan program pengendalian penyakit
ATM; perlu cross-cutting penguatan sistem kesehatan (Health
System Strengthening), melibatkan multi stakeholder. Hasil Health Metric
Network (HMN) assesment 2007: perlu peningkatan kapasitas sumber
daya, data manajemen, dan penguatan sistem informasi kesehatan. Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) berkoordinasi
dengan beberapa unit, diantaranya Litbangkes Kemenkes RI, Sekretariat
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, dan Badan
Pengawasan Obat dan Makanan.
2.
Tujuan Umum
Memberikan
kontribusi dalam mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian yang
disebabkan penyakit AIDS, TB, dan Malaria (ATM).
3.
Tujuan Khusus
a. Penguatan
Sistem Informasi Kesehatan Nasional yang terintegrasi, manajemen data, dan
penggunaan data untuk pengambilan keputusan
b. Penguatan
pelaksanaan Sample Registration System (SRS)
c. Meningkatkan
manajemen Supply Pharmaceutical dan drug safety & Pharmacovigilance.
4.
Lokasi
Kegiatan
GF HSS dilaksanakan di 138 kabupaten/kota yang merupakan Daerah Bermasalah
Kesehatan (DBK) dan Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) yang
tersebar di 25 provinsi.
5.
Kegiatan
yang dilaksanakan
A.
Pusdatin
Kegiatan GF HSS yang
dilaksanakan Pusdatin fokus pada
pengumpulan data dan pemantauan kualitas data rutin, khususnya data
AIDS, TB, dan malaria yang pemantauannya dilakuakn melalui Aplikasi Komunikasi
Data.
Terdapat beberapa
kegiatan yang dilaksanakan bagi 138 kabupaten/kota, yaitu:
a. Pelatihan
Klasifikasi dan Kodifikasi ICD 10 (Tahun 2012)
b. Pelatihan
Peningkatan Diseminasi dan Penggunaan Informasi untuk Pengambilan Keputusan
(Tahun 2012)
c. Pelatihan
pemantauan kualitas data rutin (PMKDR) (Tahun 2013)
d. Pelatihan
SIK di universitas center of excellent (Tahun 2013 regional timur dan tahun
2014 di regional barat)
e. Validasi
dan Pelatihan pengelolaan data (Tahhun 2014)
f. Pusat
pelatihan SIK di Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas
Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Mulawarman, Universitas Sam
Ratulangi, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Cenderawasih).
Terdapat
beberapa kegiatan tertentu yang dilaksanakan di beberapa kabupaten seperti
implementasi PMKDR, menemukan titik koordinat fasilitas kesehatan, dan
pengadaan ICT.
B.
Litbangkes
Pelaksanaan kegiatan Sistem
Registrasi Sampel (Sampling Registration
System/ SRS) untuk mendapatkan angka kematian dan penyebab kematian di
tingkat nasional. Melalui SRS akan diperoleh data berupa indikator, yang
terdiri atas angka kelahiran kasar, angka fertilitas, angka kematian bayi,
angka kematian ibu, dan pola penyebab dasar kematian pada tingkat nasional. Angka
kematian yang diperoeh pada tahun 2014 akan. Target angka kematian 6,4 permil
pertahun dari jumlah penduduk dilakukan pengambilan data sejak tahun 2013. Kegiatan ini dilaksanakan di 128
kabupaten/kota yang merupakan daerah sampel SRS, terdapat 18 kabupaten yang
beririsan dengan lokasi kegiatan GF HSS.
Tujuan Khusus SRS:
1. Memperoleh
data indikator (yang telah disebutkan di atas) pada tingkat nasional, yang
nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan monitor Millenium Development Goals (MDG) ke-4 (menurunkan angka kematian
anak), ke-5 (meningkatkan kesehatan ibu hamil), dan ke-6 (mengurangi HIV/AIDS,
malaria, dan penyakit menular lainnya).
2. Memperoleh
data mengenai penyebab dasar kematian dan penyebab langsung kematian.
3. Mempersiapkan
kegiatan evaluasi suatu program intervensi kesehatan, program keluarga
berencana, program pengentasan kemiskinan, dan untuk keperluan penelitian
sistem kesehatan.
C.
Sekretariat
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Intervensi penguatan
sistem kesehatan yang dilaksanakan oleh Sesditjen Binfar secara umum adalah
perbaikan fasilitas penyimpanan obat, dalam hal ini adalah Instalasi Farmasi
Kabupaten (IFK), baik pada infrastruktur maupun manajemen.
Kegiatan yang dilakukan
di daerah target adalah:
1. Perbaikan
gedung Instalasi Farmasi Kabupaten;
2. Penyediaan
sarana dan prasarana penunjang penyimpanan obat di IFK seperti pallet, hand stacker, air conditioner, generator
set, alarm dan termometer;
3. Penyediaan
kendaraan distribusi untuk IFK;
4. Penyediaan
alat pengolah data bagi IFK, seperti komputer, modem dan backup equipment;
5. Penguatan
sistem rantai pasok dan cara distribusi obat yang baik, melalui pendampingan
intensif di beberapa daerah yang dijadikan lokasi proyek percontohan.
D.
Badan
Pengawasan Obat dan Makanan
Badan POM melaksanakan
penguatan sistem kesehatan melalui intervensi di berbagai aspek, antara lain
pada pengujian kualitas obat, pengawasan sistem distribusi, pelaporan efek
samping, dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang dilakukan
adalah:
1. Pengembangan
pedoman pengujian bioequivalency/bioavailability obat ATM
2. Penyediaan
alat laboratorium, suku cadang dan reagen yang dibutuhkan untuk uji
validasi/verifikasi obat ATM
3. Mengembangkan
pedoman dan sistem pelaporan efek samping obat di daerah percontohan
4. Menyelenggarakan
workshop bagi industri farmasi lokal
dalam mempersiapkan prekualifikasi World Health Organization (WHO).
5. Membangun
contact center HALO BPOM 500533 untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi
yang benar terkait obat dan makanan.
6. Mengembangkan
iklan layanan masyarakat mengenai keamanan obat ATM untuk mengedukasi
masyarakat.
Subscribe to:
Comments (Atom)