Wednesday, September 24, 2014

Manual Set Data Proiritas Komdat Bulanan

http://www.4shared.com/account/home.jsp#dir=GqUyrdBD
topastv.com

Pelaksanaan Kegiatan GF - HSS



Pelaksanaan Kegiatan Global Fund

Health System Strengthening



1.      Pendahuluan
Akselerasi cakupan program pengendalian penyakit  ATM; perlu cross-cutting penguatan sistem kesehatan (Health System Strengthening), melibatkan multi stakeholder. Hasil Health Metric Network (HMN) assesment 2007: perlu peningkatan kapasitas sumber daya, data manajemen, dan penguatan sistem informasi kesehatan.  Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) berkoordinasi dengan beberapa unit, diantaranya Litbangkes Kemenkes RI, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.  

2.      Tujuan Umum
Memberikan kontribusi dalam mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan penyakit AIDS, TB, dan Malaria (ATM).

3.      Tujuan Khusus
a.    Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional yang terintegrasi, manajemen data, dan penggunaan data untuk pengambilan keputusan
b.     Penguatan pelaksanaan Sample Registration System (SRS)
c.     Meningkatkan manajemen Supply Pharmaceutical dan drug safety & Pharmacovigilance.
 
4.      Lokasi
Kegiatan GF HSS dilaksanakan di 138 kabupaten/kota yang merupakan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) dan Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) yang tersebar di 25 provinsi.



5.      Kegiatan yang dilaksanakan
A.    Pusdatin
Kegiatan GF HSS yang dilaksanakan Pusdatin fokus pada  pengumpulan data dan pemantauan kualitas data rutin, khususnya data AIDS, TB, dan malaria yang pemantauannya dilakuakn melalui Aplikasi Komunikasi Data.

Terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan bagi 138 kabupaten/kota, yaitu:
a.       Pelatihan Klasifikasi dan Kodifikasi ICD 10 (Tahun 2012)
b.      Pelatihan Peningkatan Diseminasi dan Penggunaan Informasi untuk Pengambilan Keputusan (Tahun 2012)
c.       Pelatihan pemantauan kualitas data rutin (PMKDR) (Tahun 2013)
d.   Pelatihan SIK di universitas center of excellent (Tahun 2013 regional timur dan tahun 2014 di regional barat)
e.       Validasi dan Pelatihan pengelolaan data (Tahhun 2014)
f.  Pusat pelatihan SIK di Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Mulawarman, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Cenderawasih).
Terdapat beberapa kegiatan tertentu yang dilaksanakan di beberapa kabupaten seperti implementasi PMKDR, menemukan titik koordinat fasilitas kesehatan, dan pengadaan ICT. 

B.     Litbangkes
Pelaksanaan kegiatan Sistem Registrasi Sampel (Sampling Registration System/ SRS) untuk mendapatkan angka kematian dan penyebab kematian di tingkat nasional. Melalui SRS akan diperoleh data berupa indikator, yang terdiri atas angka kelahiran kasar, angka fertilitas, angka kematian bayi, angka kematian ibu, dan pola penyebab dasar kematian pada tingkat nasional. Angka kematian yang diperoeh pada tahun 2014 akan. Target angka kematian 6,4 permil pertahun dari jumlah penduduk dilakukan pengambilan data sejak tahun 2013.  Kegiatan ini dilaksanakan di 128 kabupaten/kota yang merupakan daerah sampel SRS, terdapat 18 kabupaten yang beririsan dengan lokasi kegiatan GF HSS.

Tujuan Khusus SRS:
1.    Memperoleh data indikator (yang telah disebutkan di atas) pada tingkat nasional, yang nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan monitor Millenium Development Goals (MDG) ke-4 (menurunkan angka kematian anak), ke-5 (meningkatkan kesehatan ibu hamil), dan ke-6 (mengurangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya).
2.    Memperoleh data mengenai penyebab dasar kematian dan penyebab langsung kematian.
3.    Mempersiapkan kegiatan evaluasi suatu program intervensi kesehatan, program keluarga berencana, program pengentasan kemiskinan, dan untuk keperluan penelitian sistem kesehatan.

C.    Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Intervensi penguatan sistem kesehatan yang dilaksanakan oleh Sesditjen Binfar secara umum adalah perbaikan fasilitas penyimpanan obat, dalam hal ini adalah Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), baik pada infrastruktur maupun manajemen.
Kegiatan yang dilakukan di daerah target adalah:
1.      Perbaikan gedung Instalasi Farmasi Kabupaten;
2.      Penyediaan sarana dan prasarana penunjang penyimpanan obat di IFK seperti pallet, hand stacker, air conditioner, generator set, alarm dan termometer;
3.      Penyediaan kendaraan distribusi untuk IFK;
4.      Penyediaan alat pengolah data bagi IFK, seperti komputer, modem dan backup equipment;
5.      Penguatan sistem rantai pasok dan cara distribusi obat yang baik, melalui pendampingan intensif di beberapa daerah yang dijadikan lokasi proyek percontohan.
D.    Badan Pengawasan Obat dan Makanan
Badan POM melaksanakan penguatan sistem kesehatan melalui intervensi di berbagai aspek, antara lain pada pengujian kualitas obat, pengawasan sistem distribusi, pelaporan efek samping, dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang dilakukan adalah:


1.      Pengembangan pedoman pengujian bioequivalency/bioavailability obat ATM
2.  Penyediaan alat laboratorium, suku cadang dan reagen yang dibutuhkan untuk uji validasi/verifikasi obat ATM
3.  Mengembangkan pedoman dan sistem pelaporan efek samping obat di daerah percontohan
4. Menyelenggarakan workshop bagi industri farmasi lokal dalam mempersiapkan prekualifikasi World Health Organization (WHO).
5.      Membangun contact center HALO BPOM 500533 untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi yang benar terkait obat dan makanan.
6.      Mengembangkan iklan layanan masyarakat mengenai keamanan obat ATM untuk mengedukasi masyarakat.

Manual set data prioritas Komdat

http://www.4shared.com/account/home.jsp#dir=GqUyrdBD